HARGANAS ke-33: Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN Dorong Keluarga Berkualitas dari Remaja Hingga Lansia

Sleman – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Sleman, pada Kamis (25/6). Kegiatan yang mengusung semangat Harganas ke-33 dengan tema “Ayah Wajib Hadir” tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari Keluarga Risiko Stunting (KRS), Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), remaja, hingga lansia.

Kehadiran Menteri disambut oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, serta perwakilan dinas/instansi terkait. Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sleman. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan berbagai program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji menyampaikan pentingnya penguatan pendampingan keluarga, pemenuhan gizi, pola asuh yang tepat, serta optimalisasi layanan kesehatan sebagai upaya percepatan penurunan stunting. Keluarga merupakan garda terdepan dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berkualitas. Wihaji turut mengingatkan pentingnya kehadiran ayah dalam setiap fase kehidupan anak, mulai dari masa kehamilan, kelahiran, hingga proses tumbuh kembangnya. Ia menekankan bahwa peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik, pelindung, dan teladan utama dalam keluarga. Keterlibatan ayah yang aktif diyakini mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Ketika keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas, maka Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Di era digital saat ini ada anggota keluarga baru yaitu handphone. Jangan sampai interaksi dengan handphone lebih banyak daripada dengan keluarga sehingga menggantikan peran ayah atau orangtua bagi anak” ujar Wihaji.

Kader TPK sebagai garda terdepan dalam peningkatan ketahanan keluarga dan pencegahan stunting memiliki tugas penting dan mulia yaitu mendampingi calon pengantin (catin), ibu hamil, ibu menyusui, baduta, remaja, dan lansia. Termasuk tugas tambahan yang diberikan oleh Presiden untuk menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi Bumil, Busui, dan Balita non PAUD (3B). Peran strategis tersebut menjadikan TPK sebagai ujung tombak dalam memastikan keluarga sasaran memperoleh pendampingan yang komprehensif sejak sebelum kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan kritis.

“Program MBG sudah diterapkan di berbagai negara, namun MBG bagi 3B hanya ada di Indonesia, ini merupakan terobosan dalam percepatan penurunan stunting” ungkap Wihaji dalam wawancara dengan media.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan manusia, keluarga tetap menjadi tempat pertama lahirnya harapan dan masa depan bangsa. Dari pendampingan keluarga berisiko stunting, pemberdayaan remaja, penguatan peran ayah, hingga peningkatan kualitas hidup lansia, seluruhnya merupakan mata rantai yang saling terhubung dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, keluarga Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Penulis                 : Dessy Phawestrina

Editor                   : Tiara Rosivanengtyas

Dokumentasi    : Kristian S. Widagdo, Gunanto

Rilis                       : Kamis, 25 Juni 2026

Post Terkait